Home 6 Tulisan Santri 6 WEJANGAN SUNAN DRAJAT

WEJANGAN SUNAN DRAJAT

indexOleh : M. Nur Rofiq. M.J

Urip iku kadya wewayangan, lemampah sanetran kadya ing tangane dalang. Artinya kehidupan adalah sekedar bayang-bayang yang melintas sekejap bagaikan pelakon sandiwara yang beraksi menghabiskan waktunya di atas panggung kemudian tak terdengar lagi suaranya.

Unen-unen di atas adalah setetes dari wejangan Sunan Derajat. Sebuah ilustrasi kehidupan manusia di muka bumi. Hidup manusia di bumi telah dibatasi sejak tertiupnya Ruh ke dalam jasad. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Cuma sebatas mampir ngombe.

Dan ketika tiba saatnya panggilan dari Yang Kuasa (Jawa; Dino wekasan) atau ajal telah menjemput, kita akan berjalan sangat jauh sekali. Jarak yang tiada bertepi menuju singgasana-Nya. Hal ini sesuai dengan wicanten (perkataan) Sunan Derajat “Urip iku mung kadyo mamper ngombe, sabanjure mlaku mane adoh banget parane.

Dalam memperkenalkan ajaran Islam, sunan menggunakan konsep dakwah bil Hikmah, dengan cara-cara bijak, tanpa memaksa. Dengan kearifannya ia mencetuskan kaidah untuk hidup bermasyarakat, hidup bersama dengan saling tolong-menolong dan gotong-royong sesamanya.

Yaitu berupa wejangan “Paring teken maring kang kalunyon lan wuto, paring pangan maring kan kaliren, paring sandang marang kang kawudan, paring payung kang kudanan. Bapang den simpangi, ana catur mungkur”. Artinya berikan tongkat pada orang buta, berikan makan pada yang kelaparan, berikan pakaian kepada yang telanjang, dan berikan  payung kepada yang kehujanan. Jangan mendengrkan pembicaraa yang menjelek-jelekkan orang lain, apalagi melakukan perbuatan itu.

Sunan Derajat juga mengajarkan kesantunan dalam berumah tangga. Hal ini di ketahui melalui maqolah beliau;

“Wong urip kudu ngupaya boga, tuking boga saking nyambut karya. Seregep makarya biso gawe mulyo tumraping kulawargo, tumrap wong sesomahan kudu amongsi, kulawarga kang apik lamun padha rukun lan darbe panjangka amrih rahayuning jagad. Sing sopo seneng urip tetanggan kelebu janma linuwih. Tonggo iku perlu dicedaki nanging aja ditrisnani.”

Terjemahannya, orang hidup harus mencari nafkah, nafkah ada apabila rajin bekerja, rajin bekerja dapat mendapat kemuliaan kelurga. Orang berumah tangga harus saling cinta mencintai. Keluarga yang baik selalu rukun bersatu dan mencita-citakan kebahagiaan dunia dan akhirat. Barang siapa suka hidup bertetangga itu tergolong manusia yang arif. Tetangga itu perlu didekati akan tetapi jangan dicintai.

Sunan Derajat dalam berdakwah juga menggunakan pendekatan sosial budaya. Beliau selalu menjaga adat peninggalan para leluhur. Ajaran beliau yang terkenal dengan sebutan “Sapta Paweling” atau tujuh pesan fatwa petuah menjadi pusaka leluhur. Paweling dalam bahasa jawa “Weling” berarti pusaka peniggalan para leluhur yang harus diperhatikan. Tujuh petuah Sunan Derajat itu berbunyi;

  1. Memangun resep tiyasing sesama. Artinya agar kita semua senantiasa sebisa mungkin membuat hati orang lain senang. Sesunggunya membuat bahagia kepada orang lain akan terhitung dengan sodaqoh.
  2. Jeruning suka kudu eling lan waspada. Artinya tatkala senag harus ingat dan waspada. Sebab dalam perjalanan hidup ada suka dan duka, oleh karena itu manusia di tuntut sebisa mungkin untuk selalu waspada ketika dalam keadaan suka.
  3. Laskitaning subrata tan nyipta maring pringabayaning lampah. Artinya dalam perjalanan untuk mencapai cit-cita luhur jangan memperdulikan segala bentuk rintangan yang menghadang.
  4. Memperharganing ponco driyo. Artinya agar kita dapat menahan hawa nafsu karena sesunggunya nafsu bagaikan anak kecil, jika kita selalu menuruti kehendaknya ia akan selalu menginginkan secara terus menerus.
  5. Mulyo guno panca waktu. Artinya kebahagiaan lahir batin atau kemulyaan hanyalah bisa dicapai dengan melakukan sholat lima waktu. Sebab melalui sholat lima waktu derajat seseorang akan lebih tinggi.
  6. Heneng, Haning, Henung. Artinya dalam keadaan diam kita memperoleh keheningan, dan dalam keadaan hening itulah kita akan dapat mencapai tujuan luhur dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Berfikirlah dengan tenang, jernih, supaya sampai kepada yang dituju (Allah).
  7. Teruna ing samudra wirajangji, Orang Derajat menyebutnya dengan “Segara ombak pinana tunggal.” Artinya segala gejolak hidup dapat dipahami sebagai perwujudan Irodah Allah. Udzkur?

  • janoko mapuk

    Assalamu’alaikum min….

    derek tangklet ingkang ngisor kiambak niku maksudte pripun …?
    perwujudan Irodah Allah. Udzkur?

  • http://www.facebook.com/pondokpesantren.alfattahpule Pondok Pesantren Al-Fattah Pul

    Salam ta’dzim saking “titik iyek” Pondok Pesantren Agung Lirboyo di Nganjuk.
    Mungkin maksudipun Perwujudan irodah Alloh adalah pengejawentahan dari kaunuhu irodatan dalam kutubuttauhid, mohon maaf bila tidak berkenan

  • ibu ita

    Kami sekeluarga ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada
    MBAH RIJI atas bantuannya saya menang togel yang pertama kalinya,pekerjaan saya
    sehari-harinya cuma seorang supir angkot yang pendapatannya tidak seberapa,buat
    biaya anak sekolah aja tidak cukup apalagi untuk mencukupi kebutuhan hidup
    keluarga sehari-harinya….suatu hari saya tidak sengaja mendengar pembicaraan
    teman saya mengenai prediksa MBAH RIJI yang katanya bisa mengeluarkan angka
    sgp/hk yang di jamin tembus,akhirnya saya bertanya dan teman saya memberikan
    nomor MBAH RIJI dan saya pun menghubunginya..?? Berkat bantuan MBAH yang telah
    memberikan anka “GHOIB” nya 3D yaitu 043 dan alhamdulillah itu ternyata
    terbukti….sekaran anak saya bisa lanjut sekolah lagi itu semua atas bantuan
    MBAH RIJI ,bagi anda yang penggemar togel ingin meruban nasib melalui angka2
    goip yang di jamin 100% kemenangan hbg MBAH RIJI di nmr;_082 388 362 128,ini
    bukti nyata bukan rekayasa,mana ada kemenangan tanpa keberanian dan kejujuran,saanya
    kita perlu bukti bukan sekedar janji2,hanya MBAH RIJI yang bisa menjamin 100%
    kesuksesan,anda perlu bukti hbg sekaran MBAH RIJI nya,terima kasih