Home 6 Info Lirboyo 6 SEJARAH & PROFIL PONDOK PESANTREN PUTRI HIDAYATUL MUBTADI-AAT

SEJARAH & PROFIL PONDOK PESANTREN PUTRI HIDAYATUL MUBTADI-AAT

Detikan masa berdegup kencang, kenangan tentang kau telah sirna aku dahaga haus atas nostalgiamu. Di beberapa tahun silam kau hanyalah sebuah angan-angan yang tersirat dalam sosok fana. Namun, dunia tetap setia menanti suatu fakta yang tak kunjung ada. Aku terus mengembara, menyelusuri hingga sangat berambisi mendobrak sejarah-sejarah tentang kau, dan benar realita berkata, tepat di tahun 1985 kau telah ada dan sungguh nyata… Mubtadi-aat……..

kegiatan belakajar mengajar

 SANTRI PERINTIS

Bermula pada tahun 1985 M. 2 orang santri dari karawang (Nur Hayati) dan Jakarta (Kholilah) bersama beberapa orang khodimah keluarga pondok pesantren lirboyo mengaji di rumah KH. M. Anwar Manshur yang diajar oleh Ibu Nyai Umi Kultsum (Istri KH. M. Anwar Manshur) dengan dibantu Nyai Sa’adah (Istri KH. A. Habibulloh Zaini). Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas para santri, maka yang semula hanya berbentuk pengajian biasa kemudian dikemas menjadi madrasah dan diluar jam sekolah diisi pengajian dengan system sorogan (murid membaca kosongan dan guru mendengarkan) system ini dipakai karena memang pada saat itu santrinya masih minim (15 orang) . santri yang bermula hanya 2 orang 1 tahun kemudian bertambah menjadi 20 orang tidak termasuk khodimah yang juga masih aktif mengikuti pengajian. Karena belum ada kamar khusus untuk para santri maka mereka ditempatkan di kamar kelurga, sehingga kesannya bukan lagi sebuah pondok pesantren melainkan sebuah keluarga besar.

Kurun waktu terus berputar, jumlah santripun semakin betambah pesat dan tentu saja proses belajar mengajar tidak cukup bila ditangani oleh Ibu Nyai dan Ibu Nyai Sa’adah saja sehingga beliau dibantu oleh dua orang putranya (Agus Ato’illah Sholahuddin  dan Agus Ali Ya’lu Wala Yu’la ‘Alaih ), meskipun berdesakkan karena dan prasarana yang belum memadahi yang tetap bertahan dan selalu aktif mengikuti pengajian dengan ikhlas.

Melihat tuntutan keadaan yang tidak memungkinkan, KH. M. Anwar Manshur dan Ibu Nyai Umi Kultsum yang memantapkan tekadnya untuk membangun kamar khusus untuk para santri, semua itu dilakukan untuk mengatasi kemungkinan bertambahnya santri dan juga berdasarkan amanat yang telah diwasiatkan oleh KH. Mahrus Aly kepada beliau untuk mendirikan sebuah pondok putri, mulanya beliau merasa bimbang dalam menunaikan tanggung jawab yang tidak ringan ini, namun atas kebulatan tekad beliau dan semangat lillahi ta’ala akhirnya beliau dapat mendirikan sebuah gedung dan beberapa kamar untuk para santri. Meskipun toh hanya terdiri dari beberapa ruangan serta masih minimnya fasilitas yang ada ternyata pada awal tahun ajaran 1987 -1988 M. jumlah santripun melunjak hingga 70 orang, akibatnya kamar-kamar yang tersediapun kurang memadahi, namun keadaan tersebut tak berefek pada gairah belajar para santri yang masih sangat berantusias dalam menimba ilmu, bahkan niat pengasuh semakin tebal untuk mendirikan sebuah unit pendidikan yang lengkap dengan asramanya serta tambahan sarana lain. Walhasil pembangunan dan pengelolaan pondok maupun madrasah lebih terarah dan pada saat itu juga telah dibentuk kepengurusan dan beberapa organisasi sehingga proses belajar mengajar semakin lebih baik.

Roda masapun berjalan begitu saja, lambat laun pondok pesantren putri yang berlokasi ditempat yang cukup strategis ini semakin menjamur ditelinga masyarakat sekitar, terbukti dengan semakin banyaknya santri yang mendaftar ditahun 1989-1990 M., jumlah santri membengkak hingga 350 orang mereka semua berasal dari daerah yang berbeda-beda seperti jawa, Sumatra, Kalimantan, Malaysia. Dan pada tahun 2013 ini jumlah santri yang tercatat sudah mencapai 891 santri.

gedung p3hm

 PEMBERIAN NAMA

Mendirikan sebuah pesantren tidaklah semudah mendirikan sebuah gubuk maupun rumah apalagi pondok pesantren putri, segala aspek yang ditinjau harus memenuhi prosedur-prosedur khusus mulai dari keamanan, bentuk bangunan, kurikulum, metode pengajaran sampai peraturannya karena masih banyak yang menganggap bahwa pesantren itu sebagai tameng dari sugesti pergaulan bebas dan dekadensi moral ditengah-tengah masyarakat luar, disamping itu tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pesantren itu masih mengandung beberapa asumsi negative yang menyesatkan.

Laksana embrio yang baru lahir dari si empunya, merupakan sosok yang patut digambarkan untuk sebuah pondok pesantren putri yang baru saja tumbuh di bumi lirboyo, maka tidak heran jika KH. M. Anwar Manshur memilih nama pondok yang telah didirikannya itu dengan nama HIDAYATUL MUBTADI-AAT, merupakan nama yang sungguh berbobot dan bernilai filosof tinggi dengan harapan pesantren baru ini akan mampu mencetak generasi-generasi muslimah yang berkiblatkan ahlussunnah waljama’ah, selain itu nama tersebut juga untuk menyerasikan nama pondok pesantren putra “HIDAYATUL MUBTADI-IEN”, dan pembentukan nama ini ditetapkan pada tanggal 15 Syawal 1405 H. (bertepatan bulan juli 1985 M.) yang pada saat itu masih terdapat beberapa santri yang menetap dipondok seluas 1000 Meter.

Setiap pesantren pastilah punya potensi yang bervariasi, apalagi pesantren yang saat ini terus berkembang pesat, jadi sangatlah pantas bila pesantren ini  sangat terobsesi menyuguhkan kegiatan yang beraneka ragam  guna  meningkatkan mutu dan kualitas santri.

pengajian romo kiai Anwar

  1. PENGAJIAN CENTRAL

Merupakan salah satu dari kegiatan inti yang dilaksanakan setiap ba’da dhuhur dan ba’da subuh, lebih fokus pada materi tafsir, ubudiyah dan akhlaq. Untuk saat ini KH. M. Anwar Manshur membacakan kitab tafsir setiap ba’da dhuhur dan kitab Nashoih Al ‘Ibad serta Irsyad Al ‘Ibad setiap ba’da subuh yang bertempatkan di Mushola. Kegiatan ini bisa diikuti oleh siapapun, memandang waktu yang cukup strategis di karenakan berada diluar jam sekolah, musyawaroh dan wajib belajar, bahkan tidak sedikit santri putra yang ikut mengaji dari halaman ndalem. Selain pengajian di Mushola, di aula barokah juga dilaksanakan pengajian kitab Risalah Ahlu Sunnah Wa Al Jama’ah oleh Ustdzh. Isti Rahmawati yang diikuti khusus santri tingkat Ibtidaiyah dan SP(Sekolah Persiapan).

 2. PENGAJIAN AL-QUR’AN DAN KITAB

Bersifat lebih khusus karena pengajian ini hanya di peruntukkan untuk santri Ibtidaiyah dan Tsanawiyah yang berada dibawah naungan sie. Pendidikan, dilaksanakan setelah sholat ashar yang dibimbing langsung oleh Ibu-Ibu Mutakhorijat. Untuk pengajian Al-quran dilaksanakan setiap hari Sabtu sampai Senin dan untuk pengajian Kitab setiap hari Selasa sampai Kamis.

 3. JAM’IYYAH

Kegiatan ini lebih menekankan pada aspek-aspek tertentu, seperti melatih kreatifitas para santri, mengembangkan bakat para santri dengan di gembleng semaksimal mungkin sesuai keahlian masing-masing dan lewat kegiatan inilah para santri kelak akan dituntut untuk terjun langsung di tengah kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diklasifikasikan menjadi 5 golongan diantaranya:

a. Jam’iyyah Kamar

Diikuti oleh seluruh warga kamar dengan materi Dibaiyyah, Manaqib, Berzanji, Khitobah dan sesekali diadakan praktek pemakaian mukena yang benar. Petugas diambil dari warga kamar sendiri dan kadang pula diambil dari kamar lain yang biasa disebut dengan Delegasi kamar. Kekompakan segenap warga kamar sangat diprioritaskan demi melancarkan jalannya kegiatan.

b. Jam’iyyah Blok

Dengan adanya kepengurusan blok, kegiatan ini semakin lebih terarah. Bertempat di Aula atau di local sesuai dengan ketentuan dari Sie. Pendidikan. Materi yang diusung lebih bervariasi, mulai dari Dibaiyyah, Khitobah, Berzanji, Manaqib, Praktek merawat jenazah dan Praktek Izalatun Najasah. Petugas diambil dari masing-masing kamar dengan cara bergilir dan kadang pula diambil dari Delegasi blok lain.

c. Jam’iyyah Da’wah 

Merupakan ajang yang paling bergengsi dari jam’iyyah-jam’iyyah lain, karena dalam event ini menampilkan delegasi-delegasi terbaik dari tiap kelas. Jam’iyyah ini dilaksanakan 6 kali dalam setahun dan dibagi menjadi 2 tingkatan.

 - Tingkat Ibtidaiyyah, Tsanawiyah dan SP bertempat di Aula Barokah

 - Tingkat Aliyah bertempat di Aula Workshop

 d. Jam’iyyah Kubro

Merupakan puncak dari seluruh jam’iyyah yang hanya diadakan 4 kali dalam setahun. Diikuti oleh seluruh santri yang bertempat di Aula Barokah. Untuk mensukseskan acara ini, Sie. Pendidikan langsung turun tangan dalam memilih dan melatih petugasnya, mental petugasnya juga mesti super tebal yang diambil dari kalangan santri-santri senior.

 4. TAHFIDZIL QUR’AN

Meski pendidikan di Mubtadi-aat lebih menekankan pada baca kitab. Namun, tidak sedikit santri yang berminat menghafal Al-Qur’an dan untuk saat ini pengajian Al-Quran bil-Ghoib langsung dibimbing oleh Ibu Nyai Mahfudhotin.

 5. ISTIGHOTSAH Dzikir pada Sang Kholiq merupakan salah satu kebutuhan primer yang tak pantas bila kita lalaikan karena setiap insan pastilah tak pernah lekang dari yang namanya dosa, oleh sebab itu setiap santri diwajibkan untuk mengikuti istighotsah. Kegiatan ini dibagi menjadi 2:

- Istighotsah rutinan, bertempat di mushola dilaksanakan setiap ba’da maghrib sampai sholat isya’ yang diikuti oleh seluruh santri tingkat Tsanawiyah dan Ibtidaiyyah dan adakalanya yang dilaksanakan setiap jam 12 malam oleh ibu-ibu Mutakhorijat dengan cara keliling pondok.

- Istighotsah Mingguan, dilaksanakan diruang tamu ndalem setiap jam 11 malam oleh siswi tingkat aliyah, dalam seminggunya tiap-tiap kelas mendapat jatah dua kali istighosah sesuai dengan urutan kelasnya masing-masing. Dan adakalanya istighosah yang dilaksanakan setelah jam’iyyah malam jum’at oleh siswi kelas 3 Tsn sampai kelas 3 Aly, dengan materi Tahlil, Khataman Qur’an Sholawat Qur’aniyyah, Burdah dll.

 6. RONDA

Semacam patroli Khusus guna menjaga keamanan pondok, hanya saja dengan tanpa melakukan jalan keliling melainkan hanya bertempat pos-pos tertentu. Oleh perwakilan warga bloknya masing-masing sesuai dengan ketentuan gelombangnya, gelombang I pukul  00.00-02.00 WIs dan gelombang II pukul 02.00-03.30 WIs.

7. AMAR MA’RUF

Sebuah aktifitas keliling pondok yang disajikan untuk membangun santri dimalam hari pukul 03.30 WIs agar sesegera mungkin untuk melaksanakan sholat hajat/tahajud. Pelaksanaan amar ma’ruf diambil dari perwakilan masing-masing blok dengan system bergilir.

8. SENAM PAGI

Awal pagi yang cerah tentu sangat memicu para santri untuk melepaskan kepenatan mereka apalagi dihari libur tentunya para santri tak mau meninggalkan aktifitas senam mereka demi mendapatkan tubuh yang sehat, padat berisi sehingga pikiran dan jiwapun jadi tenang.

9. KERJA BAKTI

Setelah para santri memanjakan tubuhnya dengan bersenam, selanjutnya mereka berbondong-bondong menuju lokasi roan yang telah dijadwalkan oleh pengurus. Dari kegiatan inilah kebersamaan semakin terpupuk sehingga hati dan merekapun ikut bersih.

10. EKSTRAKULIKULER

Sekalipun pesantren putri ini sangat popular dengan pendidikan salaf namun pesantren ini tidak mau kalah saing dengan pendidikan – pendidikan luar yang sangat kental dengan keformalannya sehingga disediakan pendidikan tambahan (ekstra) berupa kursus-kursus yang meliputi :

a. Kursus An-Nahdliyah

Merupakan pelatihan cara cepat membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar  sekaligus sebagai bekal menjadi pengajar TPQ. Untuk saat ini tutornya diambil langsung dari pusatnya,  Tulungagung yang dibimbing oleh Bapak Shobari.

b. Kursus Qiro’ah

Diperuntukan bagi santri yang berminat seni baca Al-Qur’an, santri dilatih oleh vocal dalam membaca Al-Qur’an dengan memprioritaskan penerapan tajwid .

c. Kursus Uyunul Masail Lin-Nisa’

Seorang santri sangat dianggap kuper bila tidak tahu menahu tentang masalah haid, nifas dll. Sehingga adanya kursus ini sangat menutut mereka untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk permasalahan wanita. Pengursus diambil dari Ibu-Ibu Mutakhorijat yang dikuhususkan untuk santri kelas 2 Tsanawiyyah.

d. Kursus kepribadian

Kursus ini membahas seputar masalah karakter/kepribadian seperti perasaan Interior, Superior, mudah emosi dll. Dibimbing langsung oleh Bapak Syaiful Asyhad. Kegiatan ini mengajarkan santri untuk mengubah sikap dan watak mereka yang kurang etis.

Selain kursus-kursus diatas masih terdapat kursus-kursus yang lain seperti:

Rebana, Jurnalistik, MMQ, Keterampilan, dll.

11. HP

Sebuah akronim dari himpunan Pelajar, suatu ajang khusus yang mempersatukan santri dari daerah asalnya masing-masing yang diadakan sekali dalam satu bulan yang bertempat dilokal-lokal dengan materi tahlil, Khithobah, Burdah. Manaqib, Qiro’ati, Kreasi Jilbab, masak memasak dll. bahkan diwaktu liburan tidak sedikit HP yang mengadakan safari dan seminar seputar Ubudiyah pada daerah-daerah yang masih tergolong awam, lewat kegiatan inilah para santri dapat mengaplikasikan ilmu mereka dan juga diharapkan akan terus terjalin kerukunan santri yang sedaerah. Hingga saat ini tercatat telah terbentuk beberapa HP diantaranya:

           1. IKSALUJA (Himpunan Santri asal Luar Jawa)

           2. ASY-SYARIFIYAH (Himpunan Santri asal Jawa Barat)

           3. BERGALANG (Himpunan Santri asal Brebes, Tegal, dan Pemalang)

           4. KESIP (Hipunan Santri asal Pekalongan)

           5. FORISKA (Himpunan Santri asal Kebumen, Cilacap, Yogyakarta, Magelang dan Temanggung)

           6. IKSAPURISMA ( Himpunan Santri asal Ponorogo, Madiun, Pacitan, Magetan dan Ngawi)

           7. IKSANTA ( Himpunan Santri asal Tulunggung dan Trenggalek)

           8. COMAR ( Himpunan Santri asal Malang)

           9. HISMASJO ( Himpunan Santri asal Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Jombang)

           10. HISBON ( Himpuna Santri asal Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan Gresik)

           11. Al-MADAS ( Himpunan Santri asal Madura)

           12. LARITA ( Himpunan Santri asal Blitar )

           13. OSASTE ( Himpunan Santri asal Tegalgubuk)

           14. IKASANJU 9 Himpuan Santri asal Nganjuk)

           15. ASY-SYARQIYAH ( Himpunan santri asal Bondowoso)

           16. IKSADARI (Himpunan Santri asal Kediri)

           17. ISBANA ( Himpunan Santri asal Banten)

           18. HASBI ( Himpunan Santri asal Jambi)

           19. FORSAL ( Himpunan santri asal Lampung)

           20. HAYDARS (Himpunan santri asal Semarang)

           21. ISTAGHNA (Himpunan santri asal Sarang, Rembang, Pati dan Jepara)

           22. AS-SYARQIYAH    (Himpunan santri asal Jember, Situbondo, Lumajang dan Banyuwangi)

           23. JABODETABEK (Himpunan santri asal Jakarta dan Sekitarnya)

           24. HIKSASS  (Himpunan santri asal Palembang)

12. PERINGATAN MAULID NABI DAN ISRO’ MI’ROJ

Digelar dipertengahan tahun ajaran sebelum pulang liburan, pada event ini selain bertujuan memuliakan hari kelahiran Nabi SAW juga diharapkan akan lahir generasi pecinta para Rosul yang berbasiskan Ahli Sunnah Waljama’ah. Sedangkan Isro’ Mi’roj digelar pada bulan Rojab mengenang sebuah peristiwa besar dalam Islamiyah ketika Nabi SAW melakukan perjalanan pertama kali dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqho

13. LOMBA AKHIRUSSANAH

Menanti adalah hal yang cukup menyebalkan, tapi  penantian waktu pulang alias menjelang liburan akhir tahun adalah suatu hal yang di idam-idamkan oleh setiap santri, dan mengisi penantian tersebut diadakan sebuah ajang untuk mengasah, mengembangkan bakat, minat dan keterampilan melalui berbagai perlombaan meliputi lomba Pidato, Cerdas Cermat , Festival Serbu Nadzom Alfiyah, Dibaiyyah, senam, Volly Ball dsb. Dengan kegiatan ini masa penantianpun lebih sangat mengesankan.

14. HAFLAH AKHIRUSSANAH

Merupakan Acara yang paling bergengsi dan dinanti-nanti oleh para santri. Acara ini diadakan tepat setiap malam tanggal 1 Sya’ban. Dalam acaranya menampilkan bakat dari santri diantaranya Seni Rebana, Tartil Al Qur’an, Sholawat,dll. Haflah Akhirussanah ini dihadiri oleh wali santri dari berbagai daerah yang tak lain juga menunggu kehadiran sang anak di panggung acara sebagai Siswi Teladan. .

  • http://www.facebook.com/si.andruw Andruw Sarungan

    subhanallah…santriwati nya semoga bisa jadi orang2 yang bermanfaat semua..aamiin

  • http://www.facebook.com/ahmad.endelapan Mahfudz Gobot

    tanya, kalo anak putri datang sendirian (tidak diantar orang tuanya) ke mubtadiat, daftar santri baru apa boleh? -suwun-

  • Manan Gac Mboiz Blazz

    Assalamu’alaikum..
    Saya mau minta alamat lengkap ponpes putri hidayatul mutadiaat..
    terima kasih

  • Syamsuddin Ideris

    Assalamualaikum… Saya berkunjung dan belajar ttg bagaiman memajukan Pondok Pesantren supaya bisa semaju pondok ini. Doakan agar suatu saat pondok pesantren kami, Al Baladul Amin di Kalimantan Selatan (http://albaladulamin.sch.id ) bisa semaju pondok di sini. Amin.