Home 6 Agenda 6 PPHM. GELAR BAHTSUL MASA’IL KUBRO SEJAWA-BALI

PPHM. GELAR BAHTSUL MASA’IL KUBRO SEJAWA-BALI

Kediri (04/12) Sebuah Event besar beberapa hari lagi akan dilaksanakan Pondok Pesantren HM Lirboyo, kegiatan berskala Nasional tersebut adalah Bahtsul Masa’il Kubro yang akan diikuti oleh 48 Pondok Pesantren terkemuka se- Jawa Madura dan Bali.

Salah seorang panitia pelaksana Bahtsul Masa’il Kubro, Ust. Syaifulloh mengatakan “secara garis besar persiapan yang kami lakukan sudah rampung, baik yang berhubungan dengan sarana maupun prasarana” ujar nya, lebih lanjut Ust. Syaifulloh menambahkan seluruh undangan juga telah disebar, bahkan ada beberapa pesantren di bali yang di undang untuk ikut berpartisipasi. Demikian ungkapnya ketika dihubungi crew lirboyo.net via telephone.

Sekretaris umum pelaksana Bahtsul Masa’il kubro Agus H. Muhammad mengatakan “insya Allah persiapan kami 80% sudah ready, tinggal menunggu hari H nya saja, semoga tidak ada kendala” ujar Gus Muhammad yang juga putra pengasuh PPHM KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

Dari draf yang di sampaikan panpel, agenda Bahtsul Masa-il kubro ini akan dilaksanakan dua hari Selasa s/d Rabu tanggal 14 -15 Desember 2011, bertempat di Aula PPHM dan Mushola HM, dari puluhan peserta Bahtsul Masa’il ini, akan terbagi menjadi 2 komisi (kelompok diskusi) yakni komisi A dan Komisi B.

Pelaksanakan acara pada :
Hari            : Rabu – Kamis
Tanggal   : 18 – 19 Muharram  1433  H. / 14 – 15  Desember 2011  M.
Waktu       : Pukul 16.00 WIB – selesai
Tempat     : Pondok Pesantren HM lirboyo kota kediri

KOMISI (A)

1. NASIONALISME

Kerangka Analisis Masalah

“Indonesia tanah air tumpah darahku” dan “Garuda didadaku”. Kurang lebih, itulah simbol nasionalisme yang ditunjukan oleh rakyat kita. Tentunya dari slogan ini, sangat diharapkan rasa cinta tanah air akan benar-benar tumbuh dan terpupuk. Namun sayangnya, untuk membuatnya benar-benar mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terbukti tidak sedikitnya problematika yang masih saja terabaikan di negeri ini, pemberontakan yang dilakukan oleh saudara kita sendiri, belum lagi ditambah ketegangan dengan tetangga serumpun (baca : Malaysia), semakin menambah keruwetan yang terjadi. Sebagaimana di informasikan oleh Bisnis Indonesia, bahwa pada tahun 1978, pemerintah Negara Indonesia dan Malaysia mengadakan pertemuan mengenai titik perbatasan antara kedua negara tersebut, di kawasan Camar Bulan Sambas Kalimantan Barat. Tepatnya, istilah pertemuan ini adalah “Memorandum of Understanding” (MoU). Di tempat lain, Wakil Ketua Bidang Kehutanan dan Perkebunan Agribisnis Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat (Kadin Kalbar), Gusti Hardiansyah mengatakan, seharusnya pemerintah membuka dan mengumumkan ke masyarakat apa isi MoU tersebut. Sehingga masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengungkapkan setelah MoU itu, Malaysia berani memindahkan patok batas wilayah perbatasan dan ada kavling-kavling tanah yang kemudian belakangan masyarakat pun terlibat memperjualbelikan dan menanam tanaman perkebunan. Dari sini, sehingga muncul praktek penjualan tanah yang sebenarnya masih berada dalam wilayah Indonesia, di jual ke warga negara tetangga. Hal ini di perparah lagi oleh pengakuan dari penjual tanah yang notabene-nya masih berkewarganegaraan Indonesia, bahwa kepemilikan tanah tersebut telah berpindah tangan ke saudara kandungnya yang berstatus warga negara Malaysia.

Pertimbangan

1.  Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa tanah tersebut masuk wilayahnya, karena masih termasuk dalam tapal batas yang telah disepakati oleh kedua negara.

2. Warga di sekitar perbatasan tidak terpengaruh dengan kejadian ini, sepertinya mereka bisa memahami peristiwa ini. Pasalnya, meski jurang status beda negara memisah keduanya, namun harus diakui bahwa mereka berdua masih ada ikatan saudara. Sehingga menurutnya, sah-sah saja tanah miliknya itu dijual kepada saudaranya sendiri. Apalagi jika didukung harganya yang tinggi, dibandingkan dengan tawaran dari penduduk asli Indonesia.

Pertanyaan

  1. Sahkah penjualan warga di daerah perbatasan, memandang pertimbangan di atas ?
  2. Ketika hal tersebut terlanjur terjadi, klaim siapakah yang dibenarkan menurut pandangan syari`at ?
  3. Bagaimana sikap yang harus ditempuh oleh pemerintah Indonesia, terkait kesepakatan tapal batas wilayah yang sedikit demi sedikit mulai sering dilanggar oleh pemerintah Malaysia ?

( PBM 3 Aliyah MHM Lirboyo & Panitia)

2. PENANGKAL HUJAN

Kerangka Analisis Masalah

Setiap daerah memiliki adat-istiadat yang berbeda. Sebagaimana yang terjadi di masyarakat Pulau Dewata. Ketika akan mengadakan hajatan seperti resepsi pernikahan, khitanan dan lain sebagainya, masyarakat setempat memasang penangkal hujan dengan alasan demi kelancaran acara. Biasanya mereka meminta tolong kepada orang yang dianggap mampu dalam permasalahan ini. Sebagian media yang digunakan untuk menangkal hujan diantaranya bacaan wirid, memasang sapu lidi dalam keadaan terbalik, memasang azimat di atas pohon sekitar halaman rumah, memendam hidup-hidup semut merah yang telah terbungkus hingga acara selesai, menaburkan garam di atap rumah dan lain sebagainya.

Pertanyaan

- Bagaimana hukum memasang penangkal hujan dengan berbagai media seperti diatas ?

(Pon. Pes. As-Shidiqiyah Jembrana Bali)

 

3. TARIK ULUR PENCALONAN NADZIR MASJID

Kerangka Analisis Masalah

Kang Wagiman merupakan sosok santri yang tekun bin ulet sewaktu nyantri di pesantrennya. Sehingga tak heran jika selepas nyantri dia sering diminta untuk menjadi pemimpin dalam setiap acara di masyarakat. Karena dianggap orang yang mengerti agama, diapun diserahi oleh Zaki untuk mengurusi tanah yang telah diwakafkannya sebagai masjid. Singkat cerita diapun diangkat menjadi pengelola (nadzir). Dan selang beberapa tahun sebelum meninggal, dia menunjuk Zubaidi, yang merupakan anaknya untuk menggantikan perannya sebagai nadzir dan imam masjid. Namun penunjukkan Zubaidi nampaknya tidak disetujui pihak masyarakat, sebab menurut pandangan masyarakat dia dinilai tidak seperti pendahulunya yang bisa mengayomi masyarakat. dan terlebih lagi, Zubaidi kurang bisa bergaul dan dekat dengan masyarakat.

Dan akhirnya masyarakat berinisiatif untuk mengangkat ustadz Bahri sebagai nadzir baru menggantikan Zubaidi yang oleh masyarakat dianggap kurang cakap. Permasalahan inipun tidak berhenti sampai disitu. Konflik mulai menjalar terhadap rutinitas jama’ah di masjid. Masyarakat pun mulai enggan untuk berjama’ah di masjid setiap Zubaidi menjadi imamnya. Dan lambat laun jamaah di masjid makin hari makin berkurang. Toh demikian, Zubaidi tetap bersikeras tidak mau melepas statusnya karena menurut anggapannya, dia merupakan nadzir yang sah yang telah diserahi amanah oleh Bapaknya.

Pertanyaan

  1. Dalam kasus di atas, siapakah sebenarnya yang berhak menjadi nadzir masjid menurut tinjauan fiqh ?
  2. Benarkah tindakan masyarakat yang enggan berjama’ah sehingga berakibat berkuranganya jumlah jama’ah di masjid ?

(Fraksi HM al-Lailiyah PP. HM Lirboyo)

 

4. BERMAAF-MAAFAN DI HARI RAYA `IDUL FITRI

Kerangka Analisis Masalah

Hari raya `Idul Fitri adalah hari yang dinantikan oleh seluruh umat islam. Selain saling bersilaturahim dan makan-makan, kita bisa saling mengakui kesalahan dan saling berma’af-ma’afan. Dan seperti sudah menjadi trend di suasana lebaran, sering kita menjumpai spanduk maupun iklan layanan masyarakat yang menyelipkan ucapan selamat hari raya dan permohonan ma’af. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, budaya berma’af-ma’afan yang ada di sebagian masyarakat kita cukup dengan mengucapkan “mohon ma’af atas segala kesalahan” dan biasanya dijawab dengan “sama-sama”, dan lain sebagainya.

Pertanyaan

  1. Cukupkah berma’af-ma’afan dengan ungkapan “mohon maaf lahir batin, mohon maaf atas segala         kesalahan” ?

(Panitia)

 

5. PENYIKSAAN BINATANG

Kerangka Analisis Masalah

Kita sering melihat binatang buas seperti ular yang berada di kebun binatang atau dipelihara oleh sebagian orang. Biasanya pengelola kebun binatang atau pemilik ular tersebut, setiap harinya harus menyediakan makanan yang berupa ayam, kodok, kelinci dan lain-lain. Dan mereka memberikannya dalam keadaan hidup-hidup. Begitu pula para peternak burung kicau yang memberi makan burungnya dengan jangkrik, ulat, dan belalang diberikan kepada ternaknya dalam keadaan hidup.

Pertanyaan

  1. Apakah tindakan tersebut termasuk dalam katagori menyiksa binatang ?
  2. Apakah diperbolehkan memelihara ular ? Padahal syara’ memerintahkan kita untuk membunuhnya ?

(PP. Tarbiyatun Nasyiin, Paculgowang, Jombang)

6. ORGANISASI KECIL-KECILAN

Kerangka Analisis Masalah

Santri pesantren salaf selain belajar ilmu agama juga akan mengenal keorganisasian. Mulai dari tingkat rendah sampai tingkat atas (ngliwet, kamar, kelas daerah dan lain-lain). Dimana salah satu dari anggotanya ada yang dipercaya sebagai pemegang uang organisasi (iuran). Dan biasanya pemegang uang tersebut yang membelanjakan uang organisasi itu untuk konsumsi tanpa ada ketentuan dari pihak anggotanya, seperti membeli cabai, ikan, garam, sayur mayur, terasi, micin dan lain-lain. Dan tidak jarang pemegang uang tersebut mengambil sebagian untuk ongkos. Uniknya lagi, dia merasa berkuasa dalam mengalokasikan bahan-bahan tadi. Satu contoh, dia langsung memberi pada pihak lain yang meminta dari bahan-bahan tersebut tanpa sepengetahuan anggota lainnya.

Pertanyaan

  1. Menurut kacamata fiqh, apa status pemegang uang dalam organisasi tersebut ?
  2. Bolehkah si pemegang uang tadi memberi kepada pihak lain yang meminta dari bahan-bahan tersebut tanpa sepengetahuan anggota lainnya ?

(PP. Besuk Kejayen Pasuruan)

KOMISI (B)

7. SUMPAH TUJUH TURUNAN

Kerangka Analisis Masalah

Pada suatu hari Pak Ahmad sedang bersantai di teras rumahnya. Singkat cerita, ada segerombolan orang melewati rumahnya. Mereka membawa ayam dengan kondisi hati dan jerohan yang mencuat keluar. Nampaknya mereka adalah para penjudi sabung ayam yang mengalami kekalahan. Seketika itu juga Pak Ahmad beristighfar, kemudian bersumpah bahwa anaknya sampai tujuh turunan tidak boleh makan hati ayam. Beberapa tahun kemudian, salah satu keturunannya ada yang makan hati ayam. Tidak lama kemudian ia (anak keturunan Pak Ahmad) jatuh sakit. Menurut keluarga besarnya, sakit itu disebabkan ia memakan hati ayam.

Pertanyaan

  1. Bagaimana fiqih menyikapi kejadian sebagaimana dalam deskripsi di atas ?
  2. Adakah referensi dari kitab-kitab salafi yang menerangkan tentang efek dari sebuah sumpah ?

(PP. Nurul Kholil Bangkalan Madura)

8. PENGELOLA ZAKAT KONTEMPORER

Kerangka Analisis Masalah

Secara umum zakat dikelola dengan menyerahkan harta zakat (berupa uang) dari orang-orang yang wajib zakat (muzakki) kepada mereka yang berhak menerima zakat (mustahiq). Akan tetapi, pada saat ini ada tren pengelolaan zakat yang pendistribusiannya bukan dalam bentuk uang, melaiankan dalam bentuk program. Program pendistribusian zakat kontemporer (saat ini) dilakukan dalam bentuk pemberian beasiswa kepada peserta didik miskin (seperti dilakukan Yayasan Dompet Du’afa), atau dalam bentuk lain yang tujuannya untuk memfasilitasi kelompok masyarakat miskin dalam beragam dimensi yang ada.

Pengelolaan zakat saat ini juga terkadang diwujudkan dalam bentuk pemberian lahan usaha atau wujud-wujud lain yang tidak diberikan dalam bentuk uang. Problemnya, terkadang calon penerima bantuan itu harus memenuhi persyaratan tertentu, misalnya surat keterangan miskin dari aparat setempat dan lain sebagainya. Celah ini yang kemudian mengilhami sebagian orang untuk mencari surat keterangan miskin, padahal sebenarnya ia tidak miskin.

Pertanyaan

  1. Dalam tinjauan fiqh Islam, bagaimanakah hukum penyaluran zakat yang dikelola bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk program, seperti pemberian beasiswa, lahan usaha atau yang lain dengan persyaratan sebagaimana di atas ?
  2. Bagaimanakah hukum menerima dana bantuan beasiswa atau bantuan lahan usaha dari lembaga pemerintah atau non pemerintah yang mana sumber dana tersebut berasal dari pengelolaan dana zakat ?

(PBM 2 Aliyah MHM Lirboyo)

9. VAKSIN MENURUT TINJAUAN FIQH

Kerangka Analisis Masalah

Vaksin adalah sebuah bahan yang diyakini dapat menambah daya kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit. Dalam pembuatannya, vaksin mempunyai tiga bahan utama, yaitu bahan kuman virus /bakteri hidup atau mati, toksida atau DNA dan bahan-bahan pendukung tambahan seperti aluminium, formalin dan lain sebagainya. Sebab teori dasar vaksin untuk melemahkan virus yang lain. Bahaya bisa menyusup selama pembuatannya, sebab semua virus mati atau hidup yang mengandung DNA akan ditempatkan dalam satu media pengembangbiakan vaksin seperti lambung babi, otak kelinci, jaringan marmut, jaringan ginjal anjing, jaringan ginjal kera, dan embrio ayam. Bahkan jaringan janin manusia yang keguguran digunakan untuk jenis vaksin polio, rabies, cacar air dan hepatitis A.  Menurut UUD kesehatan No. 23 tahun 1992 paradigma sehat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan diantaranya wajib imunisasi. Hal ini mengacu pada kesepakatan internasional untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit dengan WHO serta UNICEF, sebab tujuan imunisasi secara umum adalah menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Sasaran program ini adalah bayi di bawah umur satu tahun, wanita usia subur, ibu hamil, calon pengantin, dan anak usia sekolah. Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya, banyak fakta-fakta yang menunjukkan bahwa program ini malah mengakibatkan munculnya penyakit yang sedianya ingin dicegah. Bahkan kadang memunculkan penyakit baru. seperti autis, infeksi, bengkak, kejang-kejang dan lain-lain. Bahkan tidak hanya di Indonesia, di Afrika, Meksiko, Nigeria, Amerika banyak terjadi kasus serupa, sehingga berdampak banyaknya negara yang protes atau berusaha keluar dari keanggotaan imunisasi WHO. Anehnya, di negara kita program wajib imunisasi atau lebih dikenal dengan posyandu masih berjalan santai sampai sekarang, bahkan vaksinasi menjadi salah satu syarat wajib untuk berangkat menunaikan ibadah Haji.

Pertanyaan

  1. Bagaimana hukum menggunakan vaksin dengan mempertimbangkan dampak sebagaimana di atas ?
  2. Jika terbukti vaksin tersebut dapat membahayakan, tindakan apakah yang harus dilakukan dalam menyikapi hal tersebut ?
  3. Dapatkah dibenarkan tindakan pemerintah dalam hal ini ?

(Panita & PBM 3 Tsanawiyyah MHM Lirboyo)

10. ORANG PIKUN WAJIBKAH SHOLAT ?

Kerangka Analisis Masalah

Kita tahu setiap makhluk pasti mendapat cobaan dari Rabb-Nya, entah cobaan tersebut dirasakan ringan ataupun berat. Sebut saja Bapak Ahmad, beliau adalah seorang yang dikenal taat beribadah dan rajin bekerja. Suatu hari seperti biasa beliau bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Disaat itulah ujian datang pada beliau, entah karena apa tiba-tiba beliau terjatuh dan oleh dokter ia divonis stroke. Dan hingga sekarang penyakit tersebut belum juga kunjung sembuh, bahkan sekarang ia menjadi sering mudah lupa. Dengan kata lain ia mengalami pikun. Akibatnya dalam rutinitas ibadah ia sering lupa, terutama sholat. Untuk melakukan sholat ia harus selalu diingatkan, apakah itu mengenai waktu, jumlah rakaat, ataupun bacaan, bahkan rukun-rukunnya. Sehingga setiap sholat ia harus selalu didampingi seseorang yang menuntun dan mengingatkanya.

Pertanyaan

  1. Dalam kondisi seperti yang dialami Pak Ahmad, masihkah diwajibkan mengerjakan sholat ?
  2. Bagaimana cara shalatnya ?

( Panitia)

11. FENOMENA MEDIA YANG BERBAU PORNO

Kerangka Analisis Masalah

Dewasa ini banyak masyarakat kita dari kalangan pasutri yang mengkonsumsi (menonton/membaca) film dewasa atau bacaan dewasa yang dapat membangkitkan birahi. Mereka beralasan ingin mencari variasi bercinta supaya tidak ada kejenuhan dalam berhubungan intim dengan pasangannya.

Lain lagi kejadian dalam dunia pesantren. Ada sebagian pengajian kitab yang menjelaskan tentang seks (seks islami). Entah karena penyampaian yang terlalu vulgar atau memang pikiran yang terlalu kotor, sejatinya kitab itu disajikan untuk menjelaskan seks yang dianjurkan agama. Tetapi nyatanya, malah terkesan sebagai bacaan yang hampir mirip novel dewasa(18+) yang terkesan menjadi bahan khayalan yang menimbulkan libido sang pembaca memuncak.

Pertanyaan

  1. Sebatas mana hal-hal yang dianggap berbau porno baik dengan cara menonton film ataupun membaca ?
  2. Bolehkah bagi suami istri menonton atau membaca sesuatu yang dapat membangkitkan libido dengan tujuan sebagaimana di atas ?

(Pon Pes. Nurin Nada` Jembrana Bali)

12. RAMYUL JAMARAT QOBLAL FAJRI

Kerangka Analisis Masalah

Sesuai dengan hasil keputusan FMPP ke 23 di PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Komisi A, bahwa belum ditemukan pendapat yang memperbolehkan Ramyul Jamarat qoblal Fajri. Namun  hal ini masih menyisakan sedikit kejanggalan dikarenakan ada praktek dari sebagian pimpinan rombongan yang mendahulukan ramyul jamarat setelah nisfu lail dan sebelum fajar dalam hari-hari tasyriq dengan pertimbangan yang memang harus benar-benar diperhatikan, karena hal ini menyangkut terhadap keselamatan dari rombongan jama’ah yang dibawanya.

Pertimbangan tersebut antara lain adalah :

1       Para pimpinan rombongan bertanggung jawab atas rombongan yang dibawanya, dan juga bertanggung jawab untuk melemparkan jamaratnya para jama’ah yang udzur sehingga memakan waktu yang cukup lama.

1       Minimnya pengalaman jama’ah haji, sehingga mereka harus salalu didampingi oleh pimpinan rombongan.

1       Jika dilakukan bersama dengan para jama’ah haji, yakni ba’da fajri ataupun ba’dazzawal, maka para pemimpin rombongan akan tertinggal dari jama’ah, yang menyebabkan mereka tidak bisa mengkoordinir para jama’ahnya, sehingga para jama’ah akan terpencar dan juga kemungkinan besar bisa hilang.

Pertanyaan

  1. Bolehkan melempar jamrah sebelum fajar dengan pertimbangan di atas ?
  2. Jika tidak boleh, bagaimana solusinya selain dari membayar dam ?
  3. Jika memang tidak ada, apakah dam menjadi tanggung jawab dari jama’ah tersebut atau bagi para pemimpin rombongan (khusus dalam permasalahan ramyul jamarat-nya jama’ah yang diwakilkan pada pimpinan rombongan) ?

(PP. Alfalah Ploso Mojo Kediri)

Ditinjau dari materi pembahasan yang akan di bahas dalam Bahtsul Masa’il Kubro ini, panitia pelaksana sengaja mengangkat beberapa tema aktual kemasyarakatan, diantaranya adalah : seputar hukum Nasionalisme, Klenik (hukum Penangkal Hujan), tarik ulur pencalonan nadzir masjid, bermaaf-maafan di hari raya, Penyiksaan binatang, Pengelolaan zakat kontemporer, Fenomena media yang berbau pornografi kesehatan dan lain-lain,

Adapun misi khusus yang akan dijadikan tema event tahunan ini adalah ” Mentransformasikan Buah Pikiran Para Shalafus Sholih, Dalam Ranah sosial Kemasyarakatan”, dengan harapan semoga dapat membuka cakrawala baru para aktifis Bahtsul Masa’il, sehingga mampu dan menjawab tantangan zaman. agar pelaksanaan Bahtsul Masa’il ini lebih bergengsi dan bermutu, panpel mengundang Dua orang Alumni, yakni KH. Azizi Hasbulloh dari Blitar dan Kyai Syahrowardi dari Trenggalek, yang kebetulan keduannya adalah anggota LBM PWNU JATIM.

Secara khusus pengasuh PPHM KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus berpesan kepada panitia pelaksana Bahtsul Masa’il agar fasilitas dan kenyamanan peserta Bahtsul Masa’il benar-benar dioptimalkan, ” Karena pesertanya berasal dari luar Lirboyo, tolong penghormatannya di maksimalkan,” ujar beliau santun. riff

ALAMAT UNDANGAN BMK

NO NAMA PONDOK ALAMAT
LUAR
1 PP. Al Falah Po. Box. 121 Ploso Mojo Kediri
PP. Sidogiri Po. Box. 22 Sidogiri Kraton Pasuruan 67101
PP. Roudlotul Ulum Po. Box. 09 Besuk Kejayan Pasuruan 67172
PP. MUS Karangmangu Sarang Rembang Jateng 59274
PP. Hidayatul Mubtadi’ien Po. Box. 53 Jl. Raya I No. 34 Ngunut Tulungagung 66292
PP. Tarbiyatun Nasyi’in Tromol Pos. 03 Paculgowang Diwek Jombang 61471
PP. Darussalam Po. Box. 111 Sumbersari Kencong Kepung Pare Kediri 64201
PP. Nurul Jadid Karanganyar Paiton Probolinggo 67291
PP. Assunniyah Jl. KH. Jauhari Zawawi No. 1–3 Kencong Jember 68167
PP. Mahir Arriyadl Po. Box. 104 Ringinagung Kepung Pare Kediri 64201
PP. Hidayatuth Thulab Petuk Semen Kediri
PP. Roudlotul Ulum Kencong Kepung Pare Kediri 64201
PP. Al Amin Po. Box 001/PDU Prenduan Sumenep Madura
PP. Langitan Jl. Raya Babat Po. Box. 02. Langitan Widang Babat Tuban
PP. Nurul Kholil Jl. KH. Moh. Kholil Demangan Barat Gg. III/10 Bangkalan Madura 69115
PP. Mamba’ul Hikam Po. Box. 02 Mantenan Udanawu Blitar 66154
PP. Hidayatuth Thulab Tromol Pos 01 Kamulan Durenan Trenggalek 66381
PP. MIS Karangmangu Sarang Rembang Jateng 59274
PP. Al Fattah Jl. KHR. Abd. Fattah Gg. Menara Mangunsari Tulungagung 66228
PP. Fathul Ulum Kwagean Krenceng Pare Kediri
PP. Al Anwar Karangmangu Sarang Rembang Jateng 59274
PP. Syaikhuna Kholil Jl. KH. Moh. Kholil Demangan Barat Gg. I Bangkalan Madura 69115
PP. Al Falah Trenceng Sumbergempol Tulungagung 66291
PP. Fadllul Wahid Bandungsari Ngaringan Grobogan Jateng 58193
PP. A.P.I. Jl. Pahlawan Tegalrejo Magelang Jawa Tengah 56192
PP. Darul Mafatihil Ulum Po.Box. 10 Podokaton Bayeman Gondang Wetan Pasuruan 67174
PP. Al-Fitroh Kedinding Surabaya Jawa Timur
PP. Al Khozini Jl KHR. Moh. Abbas 1/18 Po. Box. 137 Buduran Sidoarjo Jatim
PP. Sirojuth Tholibin Brabo Tanggung Harjo Grobogan 58167
PP. Al-Is’af Kalabaab guluk-guluk sumenep Madura 69463
PP. Al-Mukrie As-salafie Prenduan Jl. Simpang tiga prenduen Pragaan sumenep Madura
PP. Nurul Huda Melayah Krajan Bali
PP. Nurinnada Candikusuma, Melayah, Jembrana, Bali
PP. Miftahul Ulum Melayah, Jembrana, Bali
PP. Thariqul Mahfudh Sumbersari Bali
PP. Nuris Banyubiru, Negara, Jembrana, Bali
PP. As-Sidiqiyah Jl. Gunung batur link Srimandala Kel. Lauawaru Negara Jembrana Bali
PP. Mambahul Ulum Bata-bata Pana’an Palengaan Pamakasan Madura. 69362.
PP. Darul At-Tauhid Einjilen Sampang Madura
PP. Mamba’us Sholihin Tromol Pos No. 01 Jl. KH. Syafi’i No. 07 Suci Manyar Gresik Timur  Jawa
PP. Asmaul Husna Kranji 50 Kedungwuni Pekalongan Jawa Tengah 51173
DALAM
PP. HM Putra Lirboyo
Ma’had Aly Tri Bakti Kediri
PP. HY Lirboyo
PP. HM Antara Lirboyo
PP. DS Lirboyo
PP. MMQ Lirboyo
III Aly MHM Lirboyo
II Aly MHM Lirboyo
I Aly MHM Lirboyo
III Tsanawiyah MHM Lirboyo
Fathal Qorib HM
Fathal Mu’in HM
Al-Lailiyah HM

AGENDA KEGIATAN BMK Se JAWA-MADURA DAN BALI

NO HARI/TANGGAL WAKTU KEGIATAN
  1. 1.
Rabu, 14 Desember 2011 12.00-16.00 Wib Check in Peserta
16.00-17.00 Wib Pembukaan
17.00-19.00 Wib SHOMAI
19.00-24.00 Wib Jalsah Ula`
24.00 Wib SHOMAI
  1. 2.
Kamis, 15 Desember 2011 06.00-07.30 Wib SHOMAI
07.30-12.00 Wib Jalsah Tsaniyah
12.00-13.00 Wib SHOMAI
13.00-14.00 Wib Penutupan
14.00 Wib Sayonara

NB.

  • Mohon ma`af apabila terdapat salah tulis nama ataupun gelar.
  • Rute Lokasi ::

- Dari Arah Surabaya / Nganjuk :: Turun di Pasar campurejo, jalan kaki (+800 m) / naik becak (Rp. 5.000) turun di Pon Pes. HM Lirboyo.

- Dari Arah Malang :: Turun di Kemuning naik becak (Rp. 5.000) turun di Pon Pes. HM Lirboyo.

  • Contack person :: M. Saifulloh 085335929343, 083846141626; Badruttamam 085736550588.

 

  • http://abilmuktaf.multiply.com abilmuktaf

    Hallo!!!! gmn kabar hasil rumusan BMK se-jawa, Madura dn Bali kemariin???? Salam PBMPPHM…..

  • TPQ An Nur

    * Salam Silaturrohim * …….. #

  • http://Lirboyo.net Sekretaris Induk

    silahkan download disini : untuk hasil Bahtsul Masailnya

    KOMISI A : http://www.mediafire.com/?eng8qmd7p7jt74l

    KOMISI B : http://www.mediafire.com/?d87nu3k386ildac

    sekian terimakasih

  • http://www.mufikurrahmanfz.blogspot.com mufikur

    ga’ bisa di download ustadz…..

  • inoel

    ** Praktek Gadai **Sawah
    Orng yg mnrima gadai(Murtahin)mensyaratkan mau mnerima gadai dri si rohin dgn syarat si murtahin di perkenankan menggarap sawah tersebut selama rentang waktu yang di tentukan,,misalnya 3 thn,,jk sblum rntnang waktu 3 thun,,rohin sdah sanggup untuk mngembalikn uang pnjamannya,,tapi dy tdk d perkenankan,,krna terikat oleh syarat rentang waktu yang d berikan oleh si murtahin,,
    Pertanyaa: Bagaimana hukum praktek gadai d atas mnurut perspektif fiqH,???
    trima ksih sebelumnya,,

  • nasih

    bagaiman hukum men ta’zir santri

  • Aying nasirudin

    hasil bakhtsulmasail pp lirboyo bisa di dapat di mana saja mohon penjelasan?””