Home 6 Pondok Pesantren Cabang Lirboyo 6 Pondok Pesantren Cabang Lirboyo Turen Malang

Pondok Pesantren Cabang Lirboyo Turen Malang

Selain di Pagung, PP. Lirboyo juga membuka cabangnya di Malang, tepatnya di daerah Turen. Pesantren ini bermula ketika tahun 1990 Dr. Suprapto Syamsi (dokter tentara karyawan PT. PINDAD) mewakafkan tanahnya kepada PP. Lirboyo. Setelah ikrar wakaf tanah seluas 3200 m2 tersebut diterima Pengasuh PP. Lirboyo KH. A. Idris Marzuqi, maka dibentuklah panitia pembangunan. Setelah pembangunannya selesai, mulailah diupayakan untuk menempatkan pengajar di Pondok Turen. Namun setelah dicoba sampai tiga kali, pengajar yang ditempatkan disana selalu tidak betah. Sehingga pada tahun-tahun selanjutnya bangunan itu kosong tanpa berpenghuni.

Atas usul KH. Makshum Jauhari dan disetujui oleh anggota Sidang BPK tahun 1997, akhirnya disepakati untuk memberikan amanat kepada Romadhon Khotib (alumni Lirboyo tahun 1995 asal Bener, Purworejo, Jateng) untuk menempati tanah wakaf tersebut, agar bisa memberi kemanfaatan bagi yang mewakafkannya. Sedangkan mengenai ada yang belajar atau tidak bukanlah target utama. Bersama istrinya, Shofiyaturrosyidah dan ketiga santri dari Mlandi, Garung, Wonosobo, beliau berangkat ke Malang setelah sebelumnya mendapat restu dari KH. A. Idris Marzuqi.

Seiring bertambahnya usia, Pesantren yang berada di Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ini, sarana dan prasarana pondok ini semakin meningkat, baik segi fasilitasnya maupun jumlah santrinya. Bisa dibilang pesantren ini cepat dalam perkembangannya. Sampai tahun 2003-2004 bangunan yang ada antara lain Masjid, Mushalla angkring, rumah kediaman untuk mengaji putri, dua kamar santri putri, lima kamar santri putra, gudang, dan pagar tembok keliling. Dan di tahun 2011 ini, PP. Lirboyo Cabang Turen Malang Jawa Timur dihuni oleh 22 orang santri.