cara menjaga Iman yang lemah

Iman Lemah Harus Dijaga dengan Lingkungan yang Baik

Tidak semua manusia berada pada tingkat keimanan yang sama. Ada yang kuat imannya, ada pula yang masih lemah dan mudah terpengaruh keadaan sekitar. Dalam salah satu dawuhnya, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menjelaskan bahwa manusia secara umum dapat dibagi menjadi dua: dho‘iful iman (orang yang lemah imannya) dan qowiyyul iman (orang yang kuat imannya). Beliau memberikan…

Lanjutkan
tradisi bani kh abdul karim kepada para santri

Tradisi Keluarga Bani KH. Abdul Karim Menyikapi Para Santri

Di tengah kehidupan pesantren yang penuh kesederhanaan, terdapat nilai luhur yang sering kali tidak tertulis dalam kitab, namun hidup dalam perilaku para masyayikh. Salah satunya adalah bagaimana memuliakan santri. Nilai inilah yang pernah disampaikan oleh Agus Abdurrohman Ahmad Hafidz, ketika mengenang didikan keluarga besar Mbah KH. Abdul Karim Lirboyo. Beliau menceritakan bahwa ayahnya, Kyai Ahmad…

Lanjutkan
Pelepasan Guru Bantu dan Kebaikan Istiqomah

Makna Kebaikan yang Tidak Istiqomah Menurut Imam Ghazali

Di tengah kehidupan yang serba cepat, banyak orang mudah bersemangat dalam kebaikan, tetapi tidak sedikit pula yang berhenti di tengah jalan. Ada yang rajin mengaji hanya ketika suasana mendukung, ada yang giat beribadah hanya saat hati sedang tersentuh. Padahal dalam pandangan ulama, nilai sebuah amal atau kebaikan bukan hanya terletak pada besarnya, melainkan pada istiqomah….

Lanjutkan
rahmat Allah

Sifat Lemah Lembut sebagai Tanda Rahmat Allah

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus tentang Ciri Rahmat dari Allah Lemah Lembut di Dunia “Orang yang mendapat rahmat Allah, dia akan lemah lembut, akan lunak. Di dunianya demikian. Padahal, kalau orang mendapat rahmat Allah, di akhirat tentu akan dimasukkan ke surga-Nya Allah. Allah madkhilna al-jannah. Amin ya Rabbal ‘Alamin.” Baca juga: Merawat Pakaian, Sandal, dan…

Lanjutkan

Merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus tentang merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren Pesantren mendidik santri tidak hanya melalui kitab dan pengajian, tetapi juga melalui hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele. Padahal, justru dari perkara kecil itulah adab dan tanggung jawab terbentuk. Dalam salah satu dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, beliau mengingatkan para santri…

Lanjutkan
Pengajar

KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar

Dalam sebuah kesempatan, KH. Nurul Huda Ahmad menyampaikan dawuh dari Al-Maghfurlah KH. Ahmad Idris Marzuqi—sebuah nasihat yang terasa sederhana, tetapi menghunjam tepat pada inti tanggung jawab seorang pendidik. Pesan yang layak ditulis dan ditempatkan di relung hati setiap guru dan pengajar. Beliau menyampaikan bahwa Yai Idris kerap memberikan penekanan khusus kepada para pengajar agar memiliki…

Lanjutkan
Tertib dan menerima takzir

Tertib Ngaji, Tertib Sekolah, dan Makna Takzir  sebagai Riyāḍah Santri

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus Tertib dan Konsistensi dalam Belajar Pesantren berdiri di atas kedisiplinan, ketaatan, ketertiban dan kesungguhan. Karena itu, para Masyayikh senantiasa menanamkan prinsip kepada santri: taat pada aturan pondok adalah bagian dari adab menuntut ilmu. Dalam dawuhnya, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menegaskan pentingnya konsistensi dan tertib dalam proses belajar. Baca juga: KH….

Lanjutkan
KH. Abdulloh Kafabihi

Kumpulan Kisah KH. Mahrus Aly yang Disampaikan KH. Abdulloh Kafabihi pada Haul ke-42

Membicarakan KH. Mahrus Aly bukan sekadar membicarakan sosok pengasuh besar Lirboyo, tapi juga mengisahkan bagaimana seorang manusia mengusahakan dirinya demi bakti pada orang tua, mengupayakan dirinya berjuang di jalan Allah dan berikhtiar untuk tetap menabur kasih sayang pada umat. Dalam peringatan Haul ke-42 beliau, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus membagikan serpihan kisah-kisah menarik beliau yang mungkin…

Lanjutkan
larangan menggunakan air secara berlebihan

KH. Abdulloh Kafabihi: Larangan Berlebihan dalam Menggunakan Air

Air merupakan nikmat Allah Swt. yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Dalam Islam, air bukan sekadar sarana biologis, tetapi juga media ibadah yang memiliki nilai kesucian. Oleh karena itu, cara manusia memperlakukannya merupakan cermin dari kualitas akhlak dan pemahaman agamanya. Hukum Berlebihan Menggunakan Air KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus juga pernah mengingatkan hal ini melalui dawuh…

Lanjutkan